Peringati Maulid Nabi, Gerakan Rakyat Tegaskan Kepemimpinan dan Keberpihakan terhadap Kaum Lemah

August 31, 20260

Gerakan Rakyat – Gerakan Rakyat menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengusung tema pembahasan “Keteladanan, Kepemimpinan dan Keberpihakan terhadap yang Lemah” di Kantor Sekretariat DPP, Ampera, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026).

Agenda tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus pusat dan simpatisan, serta mengundang secara khusus penceramah Ustaz Jamaludin F. Hasyim, selaku pengasuh Pondok Pesantren Ma’had Aly Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid menekankan pentingnya mengambil intisari ajaran Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan pergerakan partai, khususnya terkait keberpihakan kepada rakyat kecil.

“Hari ini kita akan membahas sebuah tema penting dalam rangka memperingati maulid Nabi. Kita tidak memperingati maulidnya, tapi yang kita peringati adalah apa yang dibawa oleh Rasulullah SAW,” ujar Sahrin.

Baca juga: Yusuf Lakaseng Sebut Indonesia “Toserba Bencana”, Kritik Lemahnya Kesiapsiagaan dan Pengabaian Sains

Sahrin memaparkan empat sifat utama Nabi Muhammad SAW terkait hal kepemimpinan, di antaranya Siddiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan atau komunikator yang baik), dan Fathonah (intelektualitas atau kecerdasan).

“Ini yang paling penting dari misi Rasulullah yaitu berjuang untuk kaum dhuafa, kaum mustadh’afin. Yang miskin secara kultural maupun miskin secara struktural. Yang tidak berdaya karena kultural maupun tidak berdaya secara struktural,” jelasnya.

Ustaz Jamaludin saat isi tausiah dalam acara memperingati Maulid Nabi di Kantor Sekretariat DPP Gerakan Rakyat, Jumat (28/8/2026). (Dok. Humas DPP GR)

Sementara itu, Jamaludin dalam tausiahnya menyoroti sosok Rasulullah SAW sebagai figur pergerakan guna melakukan perombakan tatanan sosial dan menegakkan keadilan.

“Rasulullah adalah figur gerakan. Rasulullah itu orang gerakan. Rasulullah itu selalu bergerak. Bukan orang yang mager. Rasulullah selalu bergerak. Dan kehidupan beliau khususnya 23 tahun terakhir setelah diangkat menjadi Rasul sampai wafat adalah semuanya berisi gerakan,” tutur Jamaludin.

Baca juga: Soroti Karhutla Kalimantan, Gerakan Rakyat Desak Evaluasi Izin Konsesi dan Hentikan Konversi Gambut

Lebih lanjut, Jamaludin menjelaskan empat fondasi gerakan dari Nabi Muhammad SAW, yakni diawali gerakan tauhid sebagai basis iman, tazkiyatun nafs (pembersihan jiwa), akhlakul karimah (akhlak terpuji), hingga gerakan peradaban dalam merombak sistem ekonomi dan sosial.

“Ketika Rasulullah hadir mendapatkan wahyu di Kota Makkah, surat-surat, ayat-ayat yang pertama turun kepada Rasulullah, selain ayat-ayat soal akidah tadi, ini adalah ayat-ayat tentang pendobrakan sistem sosial, ekonomi yang zalim,” ungkapnya.

Acara peringatan Maulid Nabi ini pun ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran langkah Partai Gerakan Rakyat ke depan serta keberkahan bagi seluruh pengurus dan rakyat Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://gerakanrakyat.org/wp-content/uploads/2025/10/UNUNUNUNU-Photoroom.png
Copyright 2025, Yayasan Bakti Gerakan Rakyat