Gerakan Rakyat – Melanjutkan agenda konsolidasinya di Pulau Dewata, pada Sabtu (31/1/2026) hingga Minggu (1/2/2026), Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid mengunjungi Pasar Tradisional Badung, Denpasar.
Di tengah hiruk-pikuk aktivitas ekonomi rakyat, Sahrin tidak hanya menyerap aspirasi pedagang, tetapi juga menangkap pesan filosofis mendalam dari karya seni pengrajin lokal.
Dalam kunjungannya, Sahrin menyempatkan diri berdialog langsung dengan ibu-ibu pedagang tradisional dan para pelaku ekonomi kreatif. Ia mengapresiasi daya tahan para pedagang serta keindahan hasil karya pengrajin Bali yang dipasarkan di sana.
Baca juga: Nelayan di Bali Menjerit, Ketum Sahrin: Negara Harus Hadir Memberi Solusi Nyata
“Kami bertemu dengan ibu-ibu pedagang dan melihat langsung kreativitas luar biasa dari pengrajin Bali,” ujar Sahrin.
Momen menarik terjadi saat Sahrin mengunjungi sebuah galeri lukisan di kawasan pasar. Perhatiannya tertuju pada sebuah lukisan bertema “Melasti”, upacara suci pembersihan diri masyarakat Bali. Baginya, lukisan tersebut bukan sekadar karya seni, melainkan pengingat bagi mereka yang memegang amanah kekuasaan.
“Lukisan Melasti ini adalah lukisan yang menggambarkan upacara pembersihan jiwa, pembersihan batin yang biasa dilakukan oleh masyarakat Bali,” jelasnya.
Baca juga: Kejar Target 100 Persen, Gerakan Rakyat Rilis Kontak Admin Zona untuk Pendampingan Daerah
“Kami melihat ini adalah bahwa mestinya kebersihan batin, kebersihan hati, kebersihan jiwa dan raga memang harus selalu dijaga tentunya, terutama bagi para pemimpin bangsa kita, pemimpin negeri,” lanjut Sahrin.
Sahrin menekankan bahwa politik Gerakan Rakyat mengedepankan integritas. Menurutnya, pembersihan batin seperti semangat Melasti sangat relevan untuk menjaga agar para pemimpin tetap setia pada kepentingan rakyat dan terhindar dari perilaku koruptif.


