Gerakan Rakyat – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Rakyat Kalimantan Barat (Kalbar) secara resmi menyerahkan berkas persyaratan administrasi partai tingkat wilayah (DPW), daerah (DPD), hingga cabang (DPC) kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Rakyat di Kantor Sekretariat DPP Gerakan Rakyat, Ampera, Jakarta Selatan, Rabu (22/4/2026).
Penyerahan berkas dilakukan secara simbolis oleh Ketua DPW Gerakan Rakyat Kalbar, Mirwanto kepada Ketua Umum DPP Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid. Momentum tersebut menandai Kalimantan Barat sebagai provinsi ketiga dalam menuntaskan dokumen persyaratan administrasi lengkap setelah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Jambi.
“Saya Letnan Kolonel Purnawirawan Mirwanto, Ketua DPW Provinsi Kalimantan Barat, dengan ini menyerahkan berkas persyaratan partai, berkas DPW, DPD, dan DPC. 1 DPW, 11 DPD dan 76 DPC Provinsi Kalimantan Barat. Saya serahkan dengan hormat kepada Ketua Umum DPP Gerakan Rakyat pusat,” ujar Mirwanto, Rabu (22/4/2026).
“Baik, kami terima berkas dari DPW, DPD, dan DPC seluruh Kalimantan Barat. Terima kasih,” susul Ketum Sahrin.
Baca juga: Gerakan Rakyat Kuningan Ungkap Perjuangan Bentuk Struktur Partai: Kami Sempat Alami Kecelakaan
Mirwanto mengungkapkan proses pemenuhan syarat administratif di Kalimantan Barat penuh dengan dinamika teknis, mulai dari urusan domisili hingga legalitas stempel. Meski menghadapi berbagai kendala, pihaknya berhasil mengamankan 11 DPD dari target 12 kabupaten/kota.
“Terkait berkas hasil verifikasi kantor wilayah Kementerian Hukum, kami sudah sampaikan tadi jam 12 siang ke tim admin DPP. Memang dinamika di lapangan cukup tinggi, ada saja kendala administrasi yang muncul secara tidak terduga, seperti masalah stempel yang terlewat. Namun, berkat kerja keras siang dan malam, kendala tersebut telah kami selesaikan dengan cepat,” ucap Mirwanto.

“Kemudian kita berhasil mengonsolidasi 11 DPD. Tadinya kami menargetkan 12 DPD, namun wilayah Kayong Utara mengalami stagnansi selama dua bulan terakhir dan hanya mampu bertahan di 9 DPC saja,” tambahnya menjelaskan.
Sementara itu, Ketum Sahrin memberikan apresiasi tinggi atas capaian seluruh jajaran DPW Kalimantan Barat. Menurutnya, proses administratif yang rumit dan melelahkan, merupakan bukti bahwa Gerakan Rakyat bukan partai dari kekuatan modal besar atau dinasti politik.
Baca juga: DPW Gerakan Rakyat Kepulauan Riau Resmi Daftarkan Syarat Administrasi ke Kanwil Kemenkum
“Kisah-kisah yang seperti ini tidak ada di partai-partai oligarki. Kisah-kisah yang seperti ini tidak ada di partai yang dimiliki oleh sekeluarga dinasti politik. Partai-partai, sejarah-sejarah, cerita-cerita, yang seperti ini juga tidak ada di partai-partai yang hasil kongko-kongko dari dinasti politik,” ungkap Sahrin.
Sahrin menambahkan, perjuangan mengumpulkan syarat 100 persen DPW, 75 persen DPD, dan 50 persen DPC di seluruh Indonesia merupakan kerja keras rakyat biasa. “Cerita seperti ini hanya ada di partai yang benar-benar lahir dari kemauan dan perjuangan rakyat jelata, rakyat biasa, orang-orang biasa yang ada di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ketum Sahrin melaporkan perkembangan positif di tingkat nasional. Dari total 38 provinsi, sebanyak 6 DPW telah menerima Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) setempat, 24 DPW berkasnya sudah masuk, dan 8 sisanya sedang dalam proses penyelesaian.
“Tinggal sekarang kami mengumpulkan syarat-syarat itu agar mendapatkan legitimasi dari kantor wilayah dalam bentuk SKT. Dan kami yakin dalam bulan April ini, SKT dari 38 provinsi akan kami selesaikan dengan baik,” kata Ketum Sahrin.
Menyongsong Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 mendatang, Ketum Sahrin juga memberikan arahan strategis untuk seluruh DPW, khususnya di Kalimantan Barat untuk segera merancang tiga strategi utama, meliputi konsolidasi struktur, dengan melengkapi jaringan hingga tingkat Ranting (DPRt).
Kemudian, rekrutmen tokoh dalam mengidentifikasi calon anggota legislatif secara kompeten di tiap daerah pemilihan (dapil). Terakhir, mengaktivasi media sosial agar dapat menjangkau pemilih muda, baik generasi Z maupun milenial.
“Saya kira dengan tiga ini, maka In Sya Allah kita akan menjadi partai yang diperhitungkan untuk ke depannya,” tutup Sahrin.


