Gerakan Rakyat – Gerakan Rakyat secara resmi mengumumkan 10 poin rekomendasi strategis hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I pada 17-18 Januari 2026, di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus), untuk ditujukan kepada pemerintah.
Rekomendasi tersebut mencakup berbagai aspek fundamental, mulai dari perbaikan sistem politik hingga akuntabilitas keuangan negara.
Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan dalam rekomendasi eksternal itu mengenai komitmen pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Gerakan Rakyat menyoroti pentingnya menjaga integritas anggaran agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan pragmatis.
Baca juga: Rakernas I Gerakan Rakyat: Dorong Kemandirian Pangan dan Perlindungan Petani Kecil
“Anggaran negara adalah amanah rakyat untuk kesejahteraan bersama, bukan instrumen belanja politik. Pengelolaan anggaran yang bijak berarti memastikan kebutuhan rakyat, dari pelayanan publik hingga perlindungan sosial terpenuhi secara berkelanjutan,” tegas Sulfikar Amir dalam pernyataannya, dikutip Senin (9/2/2026).
Gerakan Rakyat memandang bahwa efektivitas anggaran sangat bergantung pada ketajaman prioritas pemerintah. Oleh karenanya, pengalokasian dana harus diarahkan pada sektor-sektor yang mampu memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi masyarakat luas.
Dengan begitu, Sulfikar mendesak pemerintah agar melakukan evaluasi mendalam terhadap setiap program kerja yang berjalan. “Tajamkan prioritas belanja negara pada sektor produktif, evaluasi berkala program pemerintah, dan dukung transparansi anggaran yang melibatkan publik,” lanjutnya.
Baca juga: Gerakan Rakyat Desak Penegakan Hukum dan Digitalisasi Layanan untuk Berantas Korupsi
Lebih lanjut, Gerakan Rakyat menegaskan bahwa kemajuan bangsa bergantung pada kemampuan negara dan masyarakat bekerja sama untuk memperkuat demokrasi, menegakkan keadilan sosial, serta menjamin hak dasar setiap warga. Rekomendasi eksternal ini dapat menjadi kompas perjuangan bersama “untuk rakyat, oleh rakyat, dan demi masa depan Indonesia yang berdaulat dan berkeadilan”.
“Oleh karena itu pandangan kami terus menatap bersama rakyat dan juga bergerak dalam urat jadi kemajuan bangsa,” tutup Sulfikar.


