Ketum Sahrin Ungkap Terbentuknya Partai Gerakan Rakyat: Dari Relawan Organik Menjadi Entitas Politik

March 26, 20260

Gerakan Rakyat – Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid memaparkan latar belakang historis dan sosiologis di balik berdirinya Partai Gerakan Rakyat (PGR). Ia menjelaskan bahwa cikal bakal PGR bukanlah instruksi top-down, melainkan kumpulan kelompok masyarakat yang memiliki satu visi perubahan dalam mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) pada kontestan pemilihan presiden (pilpres) 2024 lalu.

“2023 ini sebagai titik awal bertemunya seluruh kelompok-kelompok yang kita sebut sebagai kelompok-kelompok perubahan yang mengusung agenda perubahan dengan mencalonkan Mas Anies sebagai calon presiden Republik Indonesia saat itu. Nah berkumpul berbagai macam relawan-relawan yang organik itu, maka pada tahun 2023 itu ada sebuah kesadaran bagaimana agar seluruh gerakan ini terbangun sinergi,” ujar Sahrin saat menjadi narasumber dalam podcast bersama Muhammad Syukur Mandar di channel YouTube @BangSyukurMandar, dikutip Kamis (26/3/2026).

Baca juga: Bangun Kepercayaan Publik, Gerakan Rakyat Terapkan Transparansi Keuangan secara Terbuka

Pasca pemilu, gerakan ini tidak membubarkan diri. Sebaliknya, muncul keinginan kuat untuk memformalkan gerakan menjadi institusi hukum. Pada 27 Februari 2025, dideklarasikan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) bernama Perkumpulan Persaudaraan Gerakan Rakyat.

Kemudian, desakan untuk mendirikan sebuah partai politik (parpol) muncul dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Juli 2025 dan dikukuhkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 17-18 Januari 2026.

“Pengalaman di DKI Jakarta bahwa ternyata Mas Anies yang sudah memegang rekomendasi tiga partai pada saat mendaftar, ke KPU kan tiga partai ini kan cabut sebelum mendaftar sehingga tidak ada satupun partai yang bisa mengusung Mas Anies untuk maju pada saat itu sebagai calon gubernur,” ungkapnya.

Baca juga: Sahrin Hamid: Pendanaan Gerakan Rakyat Bersumber dari Iuran Aktif Anggota

Keputusan mendirikan partai pada Januari 2026 itu bertujuan untuk menginstitusikan gagasan-gagasan Anies agar tidak lagi bergantung pada sosok individu, melainkan menjadi sebuah gerakan politik yang terorganisir.

“Kita ingin menjadikan agenda ataupun ide-ide Mas Anies yang diperjuangkan secara personal tidak lagi menjadi entitas personal, tapi sudah menjadi entitas politik. Sebuah komunitas besar bahkan sebuah kendaraan politik yang dijadikan sebagai alat perjuangan untuk memperjuangkan gagasan-gagasan perubahan itu,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://gerakanrakyat.org/wp-content/uploads/2025/10/UNUNUNUNU-Photoroom.png
Copyright 2025, Gerakan Rakyat