Gelar Kelas Kader di Mojokerto, Gerakan Rakyat Jawa Timur Dorong Kader Berintegritas dan Berdedikasi

September 30, 20260

Gerakan Rakyat – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Rakyat Jawa Timur bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Rakyat Mojokerto menggelar kegiatan Kelas Kader di Astoria Convention Hall, Kota Mojokerto, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh tokoh inspiratif Gerakan Rakyat, perwakilan kader dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur, jajaran pengurus DPP, perwakilan organisasi sayap, tokoh masyarakat, serta jajaran pemerintah setempat.

Ketua DPW Gerakan Rakyat Jawa Timur, Misranto menekankan pentingnya integritas serta dedikasi seluruh anggota dalam menjalankan roda organisasi. Ia mengapresiasi kehadiran perwakilan dari seluruh daerah di Jawa Timur.

“Hari ini kita bisa bersilaturahmi dalam rangka kelas kader yang diadakan oleh DPW Jawa Timur dan dilaksanakan oleh DPD Mojokerto. Dari 38 kabupaten/kota, In Syaa Allah hadir semua,” ujar Misranto.

Baca juga: Gerakan Rakyat Apresiasi Keputusan Menteri ESDM soal Wajibkan Tambang Pakai Jasa Lokal

Ia mengingatkan agar para kader tidak sekadar menjadi penonton dalam dinamika perjuangan organisasi. “Kepada kader Jawa Timur, saya minta untuk menjadi kader-kader yang berintegritas. Jangan hanya jadi penonton, tetapi merupakan kader yang penuh dedikasi yang tinggi,” jelasnya.

“Teman-teman di Jawa Timur ini bukan kader bermula, tetapi sudah malang melintang dalam kegiatan keorganisasian. Untuk pengarahan, bisa disesuaikan dengan kemampuan dan dedikasi teman-teman se-Jawa Timur,” tambah Misranto.

Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid memaparkan latar belakang lahirnya Gerakan Rakyat dari fase relawan, ormas, hingga mendirikan partai politik.

“Gerakan Rakyat ini kita mulai dari tahun 2023. Dari 2023, mulai kita lakukan pertemuan-pertemuan dari kelompok-kelompok relawan. Ada relawan di Jakarta, ada relawan di Jawa Timur, di Banten, dari Sabang sampai Merauke. Karena begitu banyak relawan, maka pada tahun 2023 kita buat yang disebut dengan workshop pada 4–5 November di Bogor,” ucap Sahrin.

Baca juga: Gerakan Rakyat Tanjung Morawa Bagikan Makanan Gratis untuk Warga di Desa Bandar Labuhan

“Dari situ, maka kekuatan ini sepakat kita bangun sebuah kolaborasi besar. Nah, kolaborasi besar itulah yang kita sebut dengan Gerakan Rakyat. Jadi, Gerakan Rakyat saat itu sudah dikenal, tapi dikenal sebagai kolaborasi besar dari kekuatan relawan. Setelah itu, saudara-saudara, di 2024. Di 2024, kita mulai melakukan konsolidasi besar-besaran,” lanjutnya.

Kemudian Sahrin mengungkapkan bahwa pendirian Partai Gerakan Rakyat didasari oleh ketidakpercayaan publik terhadap partai politik serta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Membangun Partai Gerakan Rakyat ini adalah jalan baru kita. Karena kita tidak percaya pada partai politik saat ini, karena kita tidak percaya pada wakil rakyat saat ini, maka kita bangun kekuatan politik kita sendiri, dan kekuatan politik itu adalah Partai Gerakan Rakyat,” pungkas Sahrin.

Di sisi lain, dalam kesempatannya, Tokoh Inspiratif Anies Baswedan menyampaikan pesan mendalam mengenai fokus dan esensi perjuangan Gerakan Rakyat.

Baca juga: Peringati Hari Bahasa Isyarat, Gerakan Rakyat Soroti Keadilan Akses Pelayanan Publik bagi Penyandang Disabilitas

“Semangat yang ada adalah semangat untuk mengajak. Bukan semangat yang membuat menjauh. Kita mengedepankan rakyat. Namanya saja Gerakan Rakyat. Yang ditunjukkan dan yang dipajang adalah rakyat. Ini tentang rakyat, bukan tentang seseorang, bukan tentang pengurusnya,” ujar Anies.

Anies menilai bahwa kejenuhan masyarakat terhadap kondisi politik saat ini harus dijawab dengan pendekatan berbeda. “Kita berkumpul disini karena ingin Indonesia lebih baik. Karena itu pertemuan kelas kader ini menjadi penting. Kalau kita lihat suasana kemasyarakatan kita, masyarakat kita banyak yang mengungkapkan lelah dengan politik. Banyak yang merasa politik hanya memperjuangkan orang tertentu saja,” paparnya.

Ia berpesan agar kader Gerakan Rakyat mampu membawa warna baru yang berbasis gagasan. “Ketika bergerak di wilayah politik, maka harus menomorsatukan gagasan. Bagi teman-teman yang aktif di Gerakan Rakyat ini, kita tidak boleh tampil sama. Kita harus membawa pesan yang berbeda,” tutur Anies.

Kelas Kader di Mojokerto juga menjadi ajang perkenalan organisasi sayap resmi Gerakan Rakyat, seperti Badan Penanggulangan Bencana (BAGANA), Badan Keamanan dan Pengawalan (BAKAWAL), Perempuan Bergerak, Muda Bergerak, hingga Gerakan Rakyat Kristen Indonesia Sejahtera (GEKRIS).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://gerakanrakyat.org/wp-content/uploads/2025/10/UNUNUNUNU-Photoroom.png
Copyright 2025, Yayasan Bakti Gerakan Rakyat