Gerakan Rakyat – Ketua Umum Sahrin Hamid (SH) menegaskan pentingnya Rapat Paripurna ke-1 Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Rakyat yang diselenggarakan di Hotel Accram, Megamendung, Bogor, pada Sabtu (6/12/2025).
Acara tersebut berfokus pada evaluasi perjalanan satu tahun ke belakang dan proyeksi satu tahun ke depan Gerakan Rakyat, dengan agenda utama penyusunan program kerja untuk tahun 2026 mendatang.
Ketum Sahrin menekankan bahwa rapat malam itu merupakan sebuah agenda yang sangat vital bagi organisasi. “Agenda rapat paripurna pada malam ini adalah sebuah agenda yang kita katakan super penting, Kenapa? Karena rapat paripurna kali ini mengagendakan program kerja 2026,” ujar Ketum Sahrin di hadapan kader DPP Gerakan Rakyat.
Baca juga: Gerakan Rakyat Gelar Kelas Kader Perdana, Ketum Sahrin Bidik 100 Ribu Kader Tahun 2026
Lebih lanjut, ia menjelaskan perlunya memiliki rencana kerja yang matang mengingat struktur keanggotaan organisasi. “Karena kita ini sudah punya barisan, maka kita sudah harus punya rencana apa yang mau kita capai di 2026,” jelasnya.
Ketum Sahrin juga menguraikan strategi konsolidasi yang akan dibagi per tugas untuk mencerminkan sifat Gerakan Rakyat sebagai “barisan” terstruktur. Pembagian kerja itu meliputi konsolidasi di berbagai level zona, mulai dari provinsi hingga kabupaten/kota.
Selain konsolidasi struktural, upaya lain juga akan dilakukan, termasuk membangun konsolidasi lewat opini serta popularitas gerakan, meningkatkan kapasitas personalia, dan konsolidasi untuk menambah akseptabilitas.
Baca juga: Gerakan Rakyat Aceh Desak Pemerintah Bentuk BRR Pasca Bencana Sumatera
“Karena kita ini barisan, maka kita membagi kerja. Ada yang membangun konsolidasi menyeluruh, ada yang membangun konsolidasi level zona, ada yang membangun konsolidasi level provinsi, ada yang membangun konsolidasi level kabupaten/kota,” tutur Ketum Sahrin.
“Ada juga yang membangun konsolidasi lewat opini, membangun popularitas gerakan. Ada juga yang membangun konsolidasi lewat meningkatkan kapasitas personalia gerakan. Ada juga konsolidasi yang dilakukan untuk menambah akseptabilitas,” lanjutnya.


