Sahrin Hamid Beberkan 3 Strategi Konsolidasi Kemenangan untuk Gerakan Rakyat Kalsel

May 8, 20260

Gerakan Rakyat – Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid secara resmi menerima berkas verifikasi partai politik dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Kalimantan Selatan di Kantor Sekretariat DPP Gerakan Rakyat, Ampera, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).

Dalam arahannya, Sahrin memberikan langkah strategis terkait fase konsolidasi kemenangan. Ia menekankan bahwa setelah urusan legalitas partai rampung, seluruh kader harus segera beralih ke langkah nyata di lapangan.

“Jadi, yang pertama adalah menuntaskan fase legalitas. Yang kedua adalah kita sudah harus masuk kepada fase yang kita sebut dengan fase konsolidasi kemenangan,” ujar Sahrin.

Sahrin menginstruksikan agar kepengurusan tidak berhenti pada level formalitas verifikasi, melainkan harus mencapai angka maksimal di setiap tingkatan.

Baca juga: Penuhi Syarat Kanwil Kemenkum, Gerakan Rakyat Kalsel Resmi Serahkan Berkas Legalitas ke DPP

“Ketika legalitas telah selesai, fase kemenangan harus melakukan yang disebut, yang pertama, menuntaskan. Bila memenuhi legalitas, kita hanya menyusun 75 persen DPD, 50 persen, DPC, maka fase konsolidasi kemenangan kita harus menyelesaikan 100 persen DPD, 75 persen yang tadinya DPD menjadi 100 persen, 50 persen DPC yang menjadi 100 persen DPC. Teman-teman siap? Itu yang pertama. Jadi, kita harus masuk tidak hanya di level DPD, tidak hanya di level DPC atau kecamatan, tapi harus ke bawah sampai di tingkat ranting,” jelasnya.

Langkah kedua dalam fase konsolidasi, yakni memperkuat basis massa dalam melibatkan elit rakyat dari berbagai sektor. Sahrin meminta kader mulai melakukan penggalangan terhadap tokoh-tokoh yang memiliki kepercayaan publik, khususnya di Kalsel.

“Yang kedua, dalam fase konsolidasi kemenangan, agenda kedua adalah mulai melakukan inventarisasi tokoh-tokoh. Sudah mulai melakukan penggalangan tokoh-tokoh penting, tokoh-tokoh berpengaruh, tokoh-tokoh yang memiliki basis politik, tokoh-tokoh yang mendapatkan kepercayaan rakyat di Kalimantan Selatan. Karena kita harus mulai membangun kekuatan yang kita sebut dengan konsolidasi kemenangan. Konsolidasi kemenangan adalah keterlibatan rakyat dan keterlibatan elit-elit rakyat. Apakah elit ekonomi, apakah elit politik, apakah tokoh-tokoh yang ada di kampus-kampus, apakah tokoh-tokoh yang ada di organisasi-organisasi kemasyarakatan, apakah tokoh-tokoh yang berkegiatan di bidang pertanian, apakah dia tokoh-tokoh nelayan, apakah dia tokoh-tokoh akademisi, semua tokoh-tokoh harus disapa, harus dirangkul, harus diajak. Ini yang kedua,” tutur Sahrin.

Selanjutnya, poin terakhir menyasar pada strategi pemetaan wilayah dan adaptasi dengan mendekati kaum milenial dan Gen Z untuk mendominasi suara pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 mendatang.

Baca juga: Gerakan Rakyat Sulsel Resmi Terdaftar di Kanwil Kemenkum, Ketua DPW: Hasil Ikhtiar yang Tidak Ringan

“Dan yang ketiga adalah teman-teman sudah harus mulai memutuskan bagaimana memenangkan, atau kita sebut dengan strategi nanti, sudah harus mulai bikin pemetaan. Kalimantan Selatan bagian selatan bagaimana? Bagian timur bagaimana? Bagian barat bagaimana? Bagian utara bagaimana? Kita juga harus paham bahwa pada 2029, 60 sampai dengan 73 persen pemilih adalah kaum muda atau gen z dan milenial. Bagaimana melakukan keterlibatan gen z dan milenial ini dalam setiap momentum-momentum politik kita atau partai,” bebernya.

“Jadi, tiga hal itu yang pertama adalah menuntaskan 100 persen struktur, yang kedua adalah mulai menggali tokoh-tokoh, dan yang ketiga adalah merumuskan bagaimana strategi di kontestasi,” tambahnya.

Seperti diketahui, DPW Gerakan Kalsel menjadi provinsi keenam dalam menyerahkan dokumen persyaratan administrasi lengkap ke pusat, setelah Nusa Tenggara Barat (NTB), Jambi, Kalimantan Barat (Kalbar), Sumatera Barat (Sumbar), dan Bangka Belitung (Babel).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://gerakanrakyat.org/wp-content/uploads/2025/10/UNUNUNUNU-Photoroom.png
Copyright 2025, Gerakan Rakyat