Gerakan Rakyat – Gerakan Rakyat menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi kecelakaan kereta api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dengan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. Peristiwa tersebut mengakibatkan 15 orang korban tewas dan sekitar 80 orang luka-luka.
Juru Bicara (Jubir) Gerakan Rakyat, Sarifadilah Aziz atau biasa disapa Sarai menyebut peristiwa ini sebagai kecelakaan kereta api terparah dalam dua dekade terakhir.
“Gerakan Rakyat turut berduka cita sedalam-dalamnya atas kejadian yang memilukan dalam tragedi kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Ini adalah kecelakaan kereta api terparah dalam 20 tahun terakhir, di mana seluruh korban adalah perempuan, seorang ibu, seorang anak, seseorang yang ditunggu kehadirannya kembali untuk orang-orang terkasihnya,” ujar Sarai dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).
Oleh karena itu, Gerakan Rakyat menuntut adanya langkah hukum dan teknis secara transparan. “Kecelakaan ini harus mendorong seluruh pihak terkait untuk melakukan investigasi objektif dan menyeluruh atas penyebabnya,” jelasnya.
Baca juga: Gerakan Rakyat Kabupaten Tangerang Patok Target Tahun Ini: 200 KTA per Kecamatan
Di sisi lain, ia juga menyoroti tanggung jawab penyedia layanan transportasi publik dalam menjaga standar kelayakan sarana dan prasarana.
“Penyedia layanan transportasi publik harus senantiasa memperbarui dan teliti terhadap kondisi dari sistem dan juga infrastruktur penunjang keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpang,” ucap Sarai.
Sarai pun mengingatkan pemerintah bahwa penyediaan transportasi yang aman bukan sekadar pilihan layanan, melainkan kewajiban negara dalam memenuhi hak asasi warga.
“Transportasi publik yang aman, nyaman dan dapat diandalkan adalah hak warga negara yang perlu dijamin. Transportasi umum adalah bagian fundamental dalam pemenuhan hak warga untuk hidup sejahtera. Kereta api telah menjadi urat nadi kehidupan rakyat, alat transportasi vital secara sosial dan ekonomi,” tuturnya.
Baca juga: Songsong Pemilu 2029, Gerakan Rakyat Sumbar Resmi Kantongi SKT dari Kanwil Kemenkum
Atas nama Gerakan Rakyat, Sarai yakin, negara memiliki kapasitas untuk membenahi sistem transportasi nasional agar tragedi serupa tidak kembali terjadi di masa depan.
“Kami percaya negara punya kemampuan dan sumber daya yang cukup untuk melakukan evaluasi dan perbaikan, menata dan memastikan kejadian yang sebetulnya amat bisa dicegah seperti ini tidak akan pernah terulang kembali,” pungkas Sarai.


