Teror Air Keras ke Andrie Yunus, Yusuf Lakaseng: Tindakan Biadab dan Tidak Berprikemanusiaan

March 16, 20260

Gerakan Rakyat – Wakil Ketua Umum Gerakan Rakyat, Yusuf Lakaseng menyampaikan kecaman keras atas tindakan teror kepada Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Peristiwa penyiraman air keras tersebut dinilai sebagai tindakan biadab dan pengecut yang mengancam demokrasi serta kebebasan sipil di Indonesia.

Peristiwa terjadi saat Andri Yunus dalam perjalanan pulang usai mengisi sebuah podcast di kantor YLBHI pada Kamis, (12/3/2026) malam. Korban dibuntuti oleh orang tidak dikenal dan disiram air keras yang mengakibatkan luka bakar serius.

“24 persen tubuhnya terbakar, mulai dari wajah, kedua tangan, dada. Ini sangat biadab, tidak berprikemanusiaan karena terjadi di saat bulan suci Ramadan, di mana seharusnya yang dilakukan oleh kita semua adalah beribadah dan mengerjakan kebajikan demi kebajikan, tapi ada orang justru melakukan teror,” ujar Yusuf, Senin (16/3/2026).

Yusuf pun menyoroti bahwa insiden yang menimpa Andrie Yunus bukanlah kejadian tunggal, melainkan bagian dari rentetan teror terhadap suara-suara kritis.

Baca juga: Ketum Sahrin Resmikan Kantor DPD Gerakan Rakyat Kabupaten Bekasi di Cikarang Utara

Ia menyebutkan beberapa kasus sebelumnya, antara lain teror kepala babi terhadap wartawan Tempo, pelemparan bom molotov ke rumah aktivis, dan ancaman pembunuhan terhadap Ketua BEM UGM, Tio.

“Kalau kita ingat pada pemerintah Jokowi sebelumnya, pola yang dipakai adalah menggunakan hukum sebagai alat represi… Kali ini polanya orang tak dikenal melakukan teror dengan berbagai macam hal,” tegasnya.

Gerakan Rakyat memperingatkan bahwa jika kasus-kasus teror ini tidak segera diungkap oleh aparat penegak hukum, maka persepsi publik terhadap pemerintah akan semakin memburuk. Yusuf mengkhawatirkan adanya tuduhan “pembiaran” atau bahkan keterlibatan elemen negara di balik aksi tersebut karena sasaran teror selalu pihak yang kritis terhadap pemerintah.

“Kegiatan teror ini cara untuk membungkam kritik karena harapannya orang yang terkena teror akan takut, kemudian akan membuat masyarakat bungkam dan ketakutan,” tutur Yusuf.

Baca juga: Gerakan Rakyat Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

“Negara akan dianggap mungkin saja ada tangan negara yang menjadi sponsor dari teror-teror ini… Jika tidak (diungkap) maka negara atau pemerintah akan dituduh melakukan pembiaran, melakukan normalisasi,” lanjutnya menambahkan.

Lebih lanjut, Yusuf menekankan bahwa cara-cara intimidasi ini tidak akan efektif membungkam kritik. Sebaliknya, hal ini justru bisa menjadi pemantik kemarahan rakyat yang lebih luas di tengah situasi ekonomi yang sulit dan menurunnya kepercayaan publik.

“Jangan dikira ini akan efektif membungkam. Justru ini akan meyakinkan banyak pihak… bahwa negara sedang berjalan ke arah yang salah. Dan perlawanan pasti akan terus menyala,” pungkas Yusuf.

Atas nama Gerakan Rakyat, Yusuf mendesak pihak kepolisian untuk segera mengungkap aktor di balik teror terhadap Andri Yunus guna menjaga muruah demokrasi dan supremasi hukum di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://gerakanrakyat.org/wp-content/uploads/2025/10/UNUNUNUNU-Photoroom.png
Copyright 2025, Gerakan Rakyat