Gerakan Rakyat Tanam Bambu Kuning di Gunung Fatuleu, Simbol Komitmen Lingkungan dan Kemakmuran

March 2, 20260

Gerakan Rakyat – Sebagai upaya konservasi alam, Gerakan Rakyat melaksanakan aksi penanaman bambu kuning di kaki Gunung Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (1/3/2026).

Kegiatan itu sendiri dipimpin langsung oleh Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid dengan didampingi Akademisi sekaligus Pegiat Lingkungan, Joni Ninu, Ketua DPD Kabupaten Kupang, Hasibun Asikin, serta jajaran pengurus daerah lainnya.

Pemilihan kaki Gunung Fatuleu sebagai lokasi penanaman didasari oleh nilai historis dan ekologis kawasan tersebut. Gerakan Rakyat menilai wilayah ini memerlukan perhatian khusus dalam upaya konservasi guna menjaga keseimbangan alam di Kabupaten Kupang.

Baca juga: Satu Tahun Gerakan Rakyat dan Formasi Politik Kolektif

Joni pun memberikan apresiasinya atas inisiatif yang dilakukan oleh organisasi pimpinan Sahrin Hamid tersebut. Ia berharap aksi ini menjadi pemantik kesadaran kolektif masyarakat.

“Penanaman pohon ini semoga dapat menjadi titik sejarah awal kunjungan Ketua Umum Gerakan Rakyat di sini. Kami berharap kegiatan ini berlanjut dan melibatkan lebih banyak masyarakat agar kesadaran menjaga lingkungan semakin kuat,” ujar Joni.

Bagi Gerakan Rakyat, pemilihan bambu kuning bukan sekadar penghijauan, melainkan membawa pesan filosofis mengenai masa depan masyarakat NTT.

Ketum Sahrin menegaskan bahwa kehadiran organisasi di titik tersebut harus memberikan dampak yang dapat dirasakan langsung oleh warga sekitar.

Baca juga: HUT Ke-1 Gerakan Rakyat, Anies Baswedan: Ini Baru Awalan, Perjalanan Masih Mendaki

“Selain sebagai tanda kami menginjakkan kaki di wilayah ini, penanaman pohon ini menjadi simbol harapan akan kemakmuran. Semoga keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan dapat dirasakan masyarakat di sini. Kami ingin kehadiran Gerakan Rakyat membawa manfaat nyata bagi lingkungan dan kehidupan warga,” jelas Sahrin.

Gerakan Rakyat mempertegas komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi antara tokoh akademisi, pegiat lingkungan, dan masyarakat demi terciptanya kelestarian ekosistem secara berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://gerakanrakyat.org/wp-content/uploads/2025/10/UNUNUNUNU-Photoroom.png
Copyright 2025, Gerakan Rakyat