Gerakan Rakyat – Kehadiran Partai Gerakan Rakyat (PGR) yang menginspirasi sosok Anies Rasyid Baswedan mulai mendapat perhatian internasional. Media dan lembaga riset asal Singapura, Fulcrum (ISEAS – Yusof Ishak Institute), menyoroti potensi partai baru ini dalam peta politik Indonesia menuju Pemilu 2029.
Dalam artikel berjudul “Indonesia’s Party Cartel System and the New ‘People’s Movement Party'” yang diterbitkan Kamis (26/2/2026), Max Lane, akademisi Visiting Senior Fellow di ISEAS, membedah peluang PGR sebagai kekuatan politik signifikan di tengah dominasi koalisi besar.
Max menyoroti tantangan besar yang dihadapi PGR dalam menembus dominasi partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus, yang terdiri dari Gerindra, Golkar, PAN, Demokrat, NasDem, PKB, dan PPP. Ia mencatat adanya tren penguatan koalisi yang berpotensi membatasi ruang kompetisi terbuka.
“Para pemimpin KIM Plus, termasuk Presiden Prabowo, telah menyerukan pembentukan koalisi permanen. Koalisi permanen dari ketujuh partai ini akan mengonsolidasikan apa yang sekarang terkadang disebut sebagai ‘negara kartel partai’,” ujar Max dalam analisisnya, mengutip Fulcrum.
Baca juga: Gerakan Rakyat Kritik Kesepakatan Dagang RI-AS: Cederai Kedaulatan dan Prinsip Bebas Aktif
Meskipun berstatus partai baru, PGR dinilai memiliki modal politik yang tidak bisa diremehkan. Hal ini didasari oleh afiliasi partai dengan Anies Baswedan serta struktur organisasi yang telah terbentuk di daerah.
Partai yang resmi terbentuk pada 18 Januari 2026 ini dipimpin oleh politisi senior Sahrin Hamid. Sahrin, yang merupakan mantan politisi PAN dan loyalis Anies Baswedan, secara tegas menyatakan bahwa partainya akan mengusung Anies sebagai calon presiden (capres) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.
Max memaparkan bahwa asosiasi dengan Anies memberikan PGR akses terhadap basis pemilih yang besar. “Pembentukan PGR menambah proses nyata ketiga yang dapat dilihat sebagai tantangan embrionik terhadap dominasi kartel. Meskipun baru dan belum teruji, asosiasinya dengan kandidat presiden yang memenangkan 25 persen suara (sekitar 40 juta suara) membuat pembentukannya tidak bisa diabaikan,” ungkap Max.
Analisis tersebut juga menyinggung potensi kekuatan gabungan jika PGR bersinergi dengan kekuatan oposisi lainnya, seperti PDI Perjuangan.
Baca juga: Dukung Ekonomi Kerakyatan, Gerakan Rakyat Makassar Borong Dagangan UMKM untuk Takjil Gratis
“Bersama dengan PDI-P, yang kandidat pilpres 2024-nya Ganjar Pranowo meraih 16 hingga 17 persen suara nasional, berpotensi ada dua partai yang dapat mengarah pada gabungan basis dukungan sebesar 42 persen pemilih,” lanjut Lane.
Dari sisi kesiapan organisasional, Partai Gerakan Rakyat telah melakukan penguatan infrastruktur partai secara masif. Hingga saat ini, per 20 Februari 2026, mereka menyatakan telah memiliki 1.983 cabang (DPC) yang terverifikasi dan tersebar di seluruh 38 provinsi di Indonesia.


