
Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Rakyat adalah fenomena politik terbaru di Indonesia, sebuah wadah resmi yang lahir dari semangat kerelawanan dan perjuangan gagasan. Berbeda dengan organisasi kemasyarakatan pada umumnya, Gerakan Rakyat secara eksplisit memiliki keterikatan historis dan inspiratif dengan tokoh politik nasional.
Deklarasi Resmi dan Tokoh Pendiri
Ormas Gerakan Rakyat secara resmi dideklarasikan pada Kamis, 27 Februari 2025, di Gedung Jakarta Inisiatif Office, Jakarta Selatan. Kelahiran Gerakan Rakyat menandai babak baru bagi para pendukung perubahan yang sebelumnya berjuang dalam kapasitas relawan di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
Peran Anies Baswedan
Meskipun Gerakan Rakyat dibentuk dan diketuai oleh Sahrin Hamid (Juru Bicara Anies), Anies Baswedan memegang peran sentral sebagai Tokoh Inspirasi. Kehadirannya dalam acara deklarasi mengukuhkan ikatan emosional, serta ideologis antara ormas dan dua tokoh tersebut.
Anies mengingatkan bahwa meskipun kontestasi Pilpres telah selesai, silaturahmi antar komponen masyarakat yang dipertemukan oleh cita-cita perubahan harus terus dijaga dan diperkuat melalui wadah yang terorganisir.
Cikal Bakal: Konsolidasi Pasca-Pilpres
Akar sejarah Gerakan Rakyat bermula dari inisiatif para relawan Anies Baswedan yang bergerak secara mandiri dan organik.
- Lahir dari Gerakan Organik (2023): Ide pembentukan Ormas ini sudah muncul sebelum Pilpres 2024. Para pimpinan relawan merasa perlu adanya wadah permanen untuk mengorganisir dan melestarikan perjuangan gagasan yang telah mereka bangun.
- Konsolidasi Awal (November 2023): Seluruh elemen relawan yang memiliki semangat perubahan bersepakat untuk melakukan konsolidasi menyeluruh, yang kemudian berujung pada pembentukan struktur organisasi masyarakat.
- Filosofi Warna: Pemilihan warna oranye (jingga) sebagai identitas Gerakan Rakyat bukan tanpa alasan. Ketua Umum Sahrin Hamid menjelaskan bahwa warna menyala ini selaras dengan harapan untuk membawa “Indonesia Menyala” yang terang benderang, adil, dan makmur. Slogan ini juga terinspirasi dari respons terhadap isu sosial bertajuk #IndonesiaGelap yang sempat ramai diperbincangkan.
Visi dan Program Utama: Pendidikan Politik Kerakyatan
Gerakan Rakyat hadir dengan misi utama sebagai sarana untuk memperkuat kebersamaan rakyat dan menjaga silaturahmi lintas komponen. Fokus organisasi ini terletak pada peningkatan kesadaran dan kualitas politik masyarakat.
- Tujuan Utama: Membangun kesadaran politik yang matang di tengah masyarakat melalui pendekatan pendidikan dan kegiatan sosial.
- Program Unggulan: Merencanakan pendirian Sekolah Politik Kerakyatan (Spartan), sebagai sarana pendidikan politik untuk masyarakat luas, bukan hanya untuk internal anggota. Jargon: “Gotong-Royong Untuk Indonesia” dan “Indonesia Menyala” menjadi representasi semangat kebersamaan dan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Spekulasi dan Dinamika Masa Depan
- Sebagai Ormas yang dibentuk oleh basis relawan politik besar, Gerakan Rakyat secara alami memicu spekulasi mengenai arah dan posisi politiknya ke depan.
Potensi Transformasi menjadi Partai Politik
Isu paling hangat yang menyertai Ormas ini adalah potensi transformasi menjadi partai politik (Parpol). - Aspirasi Internal: Pimpinan Ormas, termasuk Sahrin Hamid, mengakui bahwa aspirasi untuk menjadi parpol menguat di tengah anggota, terutama mengingat besarnya potensi dukungan yang pernah diraih oleh tokoh inspirasi mereka di Pilpres sebelumnya.
- Kapasitas Organisasi: Ormas ini diklaim telah memiliki struktur yang tersebar luas, mencakup 38 provinsi dan ratusan daerah di seluruh Indonesia, menjadikannya modal yang kuat jika memutuskan untuk menjadi partai.
- Tujuan Strategis: Jika benar-benar menjadi Parpol, Gerakan Rakyat diprediksi akan menjadi “kendaraan politik” strategis untuk melanjutkan perjuangan gagasan perubahan dan kemungkinan mengusung Anies Baswedan di kontestasi politik selanjutnya.
Secara keseluruhan, Gerakan Rakyat bukan sekadar Ormas biasa. Kami adalah kelanjutan terorganisir dari sebuah gerakan politik massal, berfokus pada pembangunan kesadaran politik, dan berpotensi besar untuk membentuk peta politik nasional di masa depan. Perjalanan Gerakan Rakyat akan menjadi indikator penting bagaimana semangat kerelawanan dapat bertransformasi menjadi kekuatan politik yang terlembaga.

