Gerakan Rakyat – Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid memaparkan nilai-nilai fundamental yang menjadi pembeda utama partainya dengan partai politik (parpol) lain di Indonesia.
Sahrin menegaskan bahwa perbedaan tersebut terletak pada cara menjalankan partai dengan merumuskan ke dalam lima prinsip utama, meliputi;
1. Musyawarah Mufakat
Sahrin Hamid menekankan bahwa pengambilan keputusan di Partai Gerakan Rakyat tidak bertumpu pada kekuasaan mutlak pimpinan, melainkan pada tradisi luhur bangsa.
“Prinsip yang pertama adalah musyawarah mufakat. Bukan fatwa ketua ataupun bukan otoritas tunggal ketua. Semua diambil keputusan-keputusan itu berbasis musyawarah dan mufakat. Musyawarah dan mufakat ini adalah nilai yang selama ini sudah hadir di republik ini. Bukan menang-menangan, bukan banyak-banyakan, bukan betul-betulan, bukan tinggi-tinggian pangkat. Tapi bagaimana itu dibangun dengan musyawarah dan mufakat,” jelas Sahrin.
Baca juga: Partai Gerakan Rakyat Didirikan karena Terinspirasi dari Ide dan Gagasan Anies
2. Gotong Royong
Lahir dari rahim relawan, partai ini mengedepankan kemandirian dan kebersamaan sebagai motor penggerak organisasi.
“Yang kedua partai kita ingin membangun dengan cara-cara dengan prinsip gotong royong. Kita tahu semua acara gerakan rakyat basisnya adalah gotong royong. Karena kita sudah biasa menjadi relawan, dengan relawan itu adalah datang sendiri, mungkin pulang sendiri, dan mungkin bila ada makanan, makan bersama. Tapi bahwa basisnya itu adalah gotong royong,” bebernya.
3. Transparansi
Sebagai bentuk pertanggungjawaban moral kepada publik dan anggota, Sahrin memastikan keterbukaan informasi keuangan dilakukan secara berkala.
“Dan yang ketiga adalah kita ingin membangun partai kita ini dengan asas transparansi. Maka ibu dan bapak bisa lihat di media sosial gerakan rakyat, setiap tanggal 5 pasti ada laporan keuangan dari gerakan rakyat. Dari mana saja sumber keuangannya, dan yang kedua diperuntukkan untuk apa pengeluaran dari semua keuangan itu. Ini adalah bagian dari transparansi yang ingin kita bangun dari partai gerakan rakyat ini,” ujar Sahrin.
Baca juga: Rekomendasi Eksternal Rakernas I Gerakan Rakyat
4. Meritokrasi
Partai Gerakan Rakyat berkomitmen untuk menempatkan kader terbaik pada posisi strategis berdasarkan kemampuan nyata, bukan sekadar kedekatan personal.
“Yang keempat adalah meritokrasi. Kita ingin menempatkan orang sesuai dengan kompetensinya. Bukan hanya sekadar koneksi, tapi kompetensi menentukan orang untuk pada posisi apapun nanti dia,” tuturnya.
5. Egalitarianisme
Menutup penjelasannya, Sahrin menegaskan bahwa struktur kepemimpinan di Partai Gerakan Rakyat tidak menciptakan sekat feodal antar anggota.
“Dan yang terakhir adalah egalitarianisme. Kesederajatan ataupun kesetaraan. Ketua hanya ditinggikan seranti, dimajukan selangkah. Selebihnya haknya sama sebagai anggota, apapun perannya. Bahwa yang membedakan itu hanya di sisi peran dan fungsi. Tapi disisi hak dan kewajiban, sama selaku anggota partai. Jadi inilah sebenarnya yang dimaksud dengan bila pertanyaannya yang membedakan antara partai ini dengan mungkin yang lainnya,” lanjut Sahrin.
Dengan lima pilar ini, Partai Gerakan Rakyat optimis dapat menghadirkan warna baru dalam iklim demokrasi Indonesia yang lebih sehat, terbuka, dan berkeadilan.


