Gerakan Rakyat Kutuk Keras Penembakan Petani di Pino Raya, Tuntut Usut Tuntas dan Cabut Izin PT ABS

November 25, 20250

Gerakan Rakyat – Peristiwa tragis kembali mewarnai konflik agraria di Indonesia. Terjadi penembakan petani di Kecamatan Pino Raya, Bengkulu Selatan, yang diduga dilakukan oleh pihak keamanan dari perusahaan sawit PT Agro Bengkulu Selatan (ABS), pada Senin (24/11/2025), sekitar pukul 10.45 WIB.

Insiden tersebut menyebabkan lima orang warga petani menderita luka-luka, dengan satu korban dilaporkan dalam kondisi kritis akibat luka tembak di bagian dada.

Wakil Ketua Umum (Waketum) Gerakan Rakyat, Yusuf Lakaseng mengeluarkan pernyataan tegas dengan mengutuk tindakan kekerasan tersebut. Ia menuntut agar kasus ini diusut tuntas, para pelaku diadili dan dihukum berat, serta izin PT ABS dicabut segera.

“Kami di Gerakan Rakyat mengecam dan mengutuk tindak kekerasan tersebut, sebuah aksi pelanggaran HAM Berat yang di lakukan oleh PT ABS,” ujar Lakaseng dalam keterangannya, Selasa (25/11/2025).

Diketahui, insiden berdarah ini dipicu oleh tindakan provokasi yang dilakukan oleh PT ABS. Sebelum penembakan, perusahaan menurunkan alat berat dan mondoser (buldoser) untuk menggusur lahan garapan milik para petani di Pino Raya.

“Tindakan perusahaan itu adalah sebuah tindakan provokasi yang menyebabkan para warga harus melawan dan melakukan usaha menghentikan jalannya alat berat itu,” jelasnya.

Sayangnya, upaya para petani untuk mempertahankan lahannya justru direspons dengan aksi kekerasan oleh pihak keamanan perusahaan.

Gerakan Rakyat memandang peristiwa di Pino Raya sebagai puncak dari konflik agraria yang tak kunjung diselesaikan oleh negara. Menyikapi kasus itu, Gerakan Rakyat mendesak Presiden Prabowo untuk membuktikan janjinya dalam melindungi dan memakmurkan rakyat.

Tuntutan Gerakan Rakyat pun jelas dan mendesak, di antaranya:

  1. Usut tuntas kasus penembakan petani;
  2. Hukum berat para pelaku penembakan;
  3. Cabut izin Operasi PT ABS;
  4. Bagikan tanah yang diambil secara paksa kepada para petani di Pino Raya.

“Harus diusut tuntas dan pelakunya dihukum berat, selain itu PT ABS harus dicabut izinnya dan tanah yang diambil oleh mereka dengan aksi kekerasan semuanya harus dibagikan kepada para petani di Pino Raya,” tuturnya.

“Presiden Prabowo selalu lantang menyampaikan kalau pemerintahannya untuk melindungi rakyat, untuk memakmurkan rakyat, maka inilah saatnya pernyataan itu dibuktikan,” tutup Lakaseng.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

https://gerakanrakyat.org/wp-content/uploads/2025/10/UNUNUNUNU-Photoroom.png
Copyright 2025, Gerakan Rakyat