Gerakan Rakyat – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Rakyat Sahrin Hamid, menyampaikan pernyataan tegas mengenai kemandirian dan kekuatan Gerakan Rakyat dalam Rapat Pleno di kantor DPP Gerakan Rakyat, Ampera, Jakarta Selatan pada Selasa (28/10/2025) kemarin.
Sahrin menekankan bahwa Gerakan Rakyat telah mampu membuktikan kekuatannya melalui infrastruktur yang tersebar luas di 38 provinsi dan 475 Dewan Pimpinan Daerah (DPD). Menurutnya, semua dibangun atas dasar kemandirian dan gotong royong dari masyarakat.
Dalam kesempatannya, Sahrin mengutip pengakuan terbuka dari tokoh inspiratif Gerakan Rakyat yakni Anies Baswedan di Semarang yang menyatakan salut terhadap Gerakan Rakyat.
“Mas Anies di Semarang secara terbuka, dia mengatakan bahwa, ‘Saya betul-betul salut dengan Gerakan Rakyat.’ Kenapa dia salut? Karena dia baru tahu bahwa ternyata seluruh kegiatan Gerakan Rakyat dilakukan secara mandiri,” ujar Sahrin.
Sahrin menjelaskan bahwa seluruh kegiatan di berbagai wilayah, mulai dari Jawa Barat (Jabar), Jawa Timur (Jawa Timur), Jawa Tengah (Jateng), hingga seluruh Indonesia, tidak mendapatkan aliran dana satu sen pun dari pusat.
“Itu semua tidak ada satu sen pun misalnya aliran dari pusat ke bawah. Semua dibangun memang betul-betul atas kemandirian dan asasnya itu adalah gotong royong,” ungkap Sahrin.
Mantan Juru Bicara (Jubir) Anies tersebut juga menegaskan fase organisasi kemasyarakatan ini menjadi pembuktian nyata atas beberapa prinsip dasar, seperti tidak adanya sistem oligarki dan dinasti politik.
“Kekuatan infrastruktur dari 38 provinsi, 475 DPD ternyata betul-betul yang pertama adalah kita menunjukkan bahwa ini bukan karena oligarki, dan yang kedua, kita telah menunjukkan bahwa ini bukan karena dinasti politik ataupun karena kepentingan keluarga,” jelasnya.
Lanjut Sahrin mengungkapkan bahwa alasan mendasar yang menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi dan berkontribusi secara mandiri karena memiliki satu tujuan, yaitu ingin terjadinya perubahan untuk Indonesia lebih baik.
“Dan kenapa orang mau melakukan itu? Ternyata ada satu hal mendasar, sama-sama ingin terjadinya perubahan untuk Indonesia lebih baik,” tutur Sahrin.
Pernyataan itu menegaskan posisi Gerakan Rakyat sebagai kekuatan sosial-politik yang murni lahir dari inisiatif dan kemandirian rakyat, berjuang untuk perubahan tanpa didukung oleh kekuatan modal besar atau kepentingan dinasti.


