Gerakan Rakyat – Pasca pengumuman resmi berdirinya Partai Gerakan Rakyat pada 18 Januari lalu, Wakil Ketua Umum Gerakan Rakyat, Yusuf Lakaseng, memberikan penegasan mendalam mengenai arah perjuangan dan landasan filosofis partai.
Menanggapi hiruk-pikuk publik, Yusuf menyatakan bahwa partai ini lahir bukan sekadar untuk memenangkan figur, melainkan untuk menginstitusikan ide dan gagasan besar Anies Baswedan ke dalam sistem bernegara.
Yusuf mengamini pernyataan Ketua Umum Sahrin Hamid bahwa Anies dan Partai Gerakan Rakyat layaknya seperti “dua sisi mata uang”. Namun, ia menekankan bahwa hubungan ini bersifat rasional intelektual, bukan pemujaan individu (kultus) atau feodalisme politik.
“Ide dan gagasan serta integritas Anies adalah inspirasi bagi Gerakan Rakyat. Kami menginginkan agar ide dan gagasan Anies itu menjadi sebuah gerakan publik untuk terjadinya perubahan dan perbaikan tata kelolah bernegara,” ujar Yusuf.
Baca juga: Rekomendasi Eksternal Rakernas I Gerakan Rakyat
Mengutip esai Anies Baswedan tahun 2011, Yusuf menyoroti bahwa prioritas utama partai yakni pendidikan. Dengan data historis bahwa saat merdeka 95 persen rakyat buta huruf, Partai Gerakan Rakyat memandang pendidikan sebagai “eskalator sosial” untuk mengangkat derajat rakyat.
“Anies mengatakan bahwa pendidikan di republik ini adalah eskalator sosial ekonomi untuk mengangkat derajat jutaan rakyat untuk mendapatkan janji tercerdaskan dan tersejahterakan. Dengan demikian bagi Partai Gerakan Rakyat, pendidikan adalah prioritas paling nomer sebagai program utama untuk melunasi utang kemerdekaan,” jelasnya.
Yusuf juga memaparkan visi “Tenun Kebangsaan” di mana negara wajib melindungi setiap warga tanpa memandang mayoritas atau minoritas. Partai berkomitmen untuk “menjerakan para perobek tenun kebangsaan” dan membersihkan hulu korupsi di level kekuasaan.
“Di republik ini, tugas kita adalah 5 tahun sekali membersihkan pengurus Indonesia dan mengisinya dengan orang-orang tak bermasalah. Kalaupun ada yang terkena masalah, biar di ganjar hukuman dan kita ganti. Lalu setiap 5 tahun kita kirim orang baik lagi,” tutur Yusuf.
Baca juga: Pasca Rakernas I, Partai Gerakan Rakyat Makassar Perkuat Sinergi dengan Basis Ormas
Dalam bidang ekonomi, Yusuf menjelaskan bahwa Partai Gerakan Rakyat akan mengusung konsep Social Market Economy. Tujuannya menumbuhkan ekonomi yang berkualitas dan merata, bukan sekadar angka makro.
“Kita harus berupaya membesarkan yang kecil tanpa mengecilkan yang besar. Urusan ketimpangan tidak bisa lagi sekedar diselesaikan melalui jaring pengaman sosial, tapi di selesaikan melalui instrumen-instrumen ekonomi, seperti moneter, kredit, perdagangan, perpajakan, dan investasi,” terangnya.
Lebih lanjut, Yusuf menekankan bahwa Partai Gerakan Rakyat dipersiapkan untuk melintasi generasi. “ini adalah partai untuk seluruh generasi dan dari generasi ke generasi, yang usianya haruslah selama mungkin sampai hari kiamat tiba. Karena bagi kami banyak ide dan gagasan Anies yang tidak lekang di makan zaman,” pungkas Yusuf.


