Gerakan Rakyat – Muda Bergerak Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali menggelar kegiatan Sosialisasi dan Kerja Bakti Lingkungan sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan sampah yang masih menjadi tantangan serius di Kota Makassar.
Kegiatan ini dilaksanakan di Jalan Sinassara STP 1, RT 003/RW 002, Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Makassar, Minggu (21/12/2025).
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh DPW Muda Bergerak Sulsel dan mendapat sambutan positif dari Ketua RT terpilih Renaldi, Ketua RW terpilih Moh Rais, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat.
Sejumlah organisasi pun turut hadir, di antaranya Ormas Laskar Kota Daeng yang diwakili beberapa pengurus, serta Gerakan Rakyat Sulawesi Selatan diwakili Rury Asri, sebagai bentuk sinergi lintas elemen masyarakat.
Baca juga: Gerakan Rakyat Jaktim Salurkan Donasi untuk Korban Bencana Sumatera melalui BAGANA GR
Ketua DPW Muda Bergerak Sulsel, Muh. Alief, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian pemuda terhadap persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah yang selama ini belum ditangani secara komprehensif.
“Persoalan sampah di Kota Makassar tidak bisa terus diselesaikan secara instan dengan sekadar mengangkut dan membuang ke TPA. Pola seperti ini tidak akan menyelesaikan masalah jangka panjang. Pemerintah perlu mulai memikirkan pengelolaan sampah yang lebih produktif, baik melalui energi, daur ulang, maupun sebagai sumber ekonomi masyarakat,” ujar Alief.

Ia menambahkan, Muda Bergerak Sulsel siap berkontribusi melalui edukasi masyarakat, pendampingan, hingga pengembangan konsep pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Ini bukan sekadar kritik, tetapi juga komitmen dan tawaran solusi. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama menyukseskan kegiatan ini,” jelasnya.
Baca juga: Keanggotaan Tembus 10 Ribu Orang, Gerakan Rakyat Optimistis Capai Target 1 Juta Anggota di 2026
Sementara itu, Sekretaris Umum Laskar Kota Daeng, Muhammad Ardan, menekankan pentingnya kolaborasi dan keberlanjutan gerakan sosial dalam menjaga lingkungan.
“Kolaborasi seperti ini harus terus dijaga dan diperluas. Kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup dilakukan sekali, tetapi harus konsisten dan diniatkan sebagai amal jariyah karena manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ucap Ardan.
DPW Muda Bergerak Sulsel menilai bahwa sinergi antara masyarakat dan organisasi kepemudaan menjadi kunci utama dalam menghadapi persoalan sampah.
Melalui sosialisasi dan kerja bakti ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif bahwa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara berkelanjutan.


