Gerakan Rakyat – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Rakyat (DPP GR) secara resmi memulai program kaderisasi fundamental melalui pelaksanaan Kelas Kader Angkatan Pertama. Acara berlangsung di Hotel Accram, Megamendung, Bogor, pada Sabtu, 6 Desember 2025.
Kelas kader dibuka oleh Ketua Umum (Ketum) DPP Gerakan Rakyat Sahrin Hamid, dengan menegaskan komitmen Gerakan Rakyat pada pembangunan kapasitas internal.
“Kelas kader ini merupakan wahana kristalisasi cita-cita dan harapan kolektif. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya membuka kegiatan angkatan pertama ini,” ujar Ketum Sahrin.
Ketum Sahrin memproyeksikan target ambisius, yaitu mencetak 100 ribu kader baru pada tahun 2026, “Anggota yang dididik dan dilatih inilah yang akan menjadi kader inti. Badan kader ditargetkan mencetak seratus ribu kader pada tahun mendatang,” ungkapnya, sekaligus menekankan bahwa kaderisasi merupakan jantung pergerakan.
Baca juga: Gerakan Rakyat Aceh Desak Pemerintah Bentuk BRR Pasca Bencana Sumatera
Sesi materi utama “Visi Indonesia Kita” diisi oleh tiga narasumber kompeten, seperti Prof Sulfikar Amir, Angga Putra Fidian, dan Anas Mahfudh. Sulfikar sebagai salah satu narasumber kunci, menguraikan kerangka ideologis Gerakan Rakyat.
Ia menjelaskan bahwa Kelas Kader Angkatan Pertama merupakan momen esensial yang menjadi landasan pembentukan Gerakan Rakyat sebagai organisasi berbasis kaderisasi terstruktur.
“Materi yang disampaikan secara komprehensif mencakup visi Indonesia yang ingin kami hadirkan, di mana ia ditopang oleh tiga nilai pilar utama, yaitu teknokrasi, demokrasi, dan meritokrasi,” papar Prof Sulfikar.
Sementara itu, Angga menyoroti pentingnya ideologi yang berakar pada kecintaan dan konsistensi berjuang. Ia menekankan bahwa gagasan Gerakan Rakyat harus terus-menerus diperbincangkan serta diperjuangkan.
Baca juga: Konsolidasi Gerakan Rakyat, Pimpinan DPP GR Terjun Langsung ke Kalimantan Barat
“Kita harus berani memiliki sebuah gagasan besar. Mengutip pandangan Anies Baswedan, esensi dari perjuangan kita mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutur Angga, menghubungkan visi Gerakan Rakyat dengan prinsip fundamental konstitusional.
Pelaksanaan kelas kader ini mengindikasikan keseriusan Gerakan Rakyat dalam membangun fondasi kekuatan keorganisasian, siap menghadapi dinamika nasional dengan basis kader yang teredukasi dan terinternalisasi nilai-nilai organisasi.


