Gerakan Rakyat – Tokoh inspiratif Organisasi Masyarakat (Ormas) Gerakan Rakyat Anies Baswedan, menegaskan Ranah Minang merupakan sumber gagasan besar yang harus menjadi pedoman arah negara.
Hal itu disampaikan Anies dalam acara Pelantikan DPW Gerakan Rakyat Sumatera Barat dan Dialog Kebangsaan Vox Populi: Suara Rakyat bertajuk “Rakyat sebagai Kekuatan Inti Perubahan” di The Axana Hotel Padang, Sabtu (1/11/2025).
Di hadapan para anggota Gerakan Rakyat, Anies menyatakan wajar jika pembicaraan tentang arah negara diangkat di Padang. Menurutnya, Ranah Minang, tanah tempat lahirnya pemikiran bahwa kemerdekaan harus terasa dalam bentuk keadilan.
“Di Padang, di Ranah Minang, yang melahirkan begitu banyak pikiran bagi Republik, maka wajar bila hari ini kita bicara soal arah negara kita. Karena di sini, di tanah ini, dulu lahir gagasan-gagasan bahwa kemerdekaan harus terasa dalam bentuk keadilan,” jelas Anies.
Anies secara khusus menyoroti keteladanan Proklamator asal Minang, Mohammad Hatta. Ia menjelaskan kekuatan Bung Hatta terletak pada nalar yang tetap merdeka meskipun hidup dalam suasana penjajahan dan tekanan.
“Kemarin saya berbicara di Universitas Bung Hatta, dan saya katakan di sana bahwa kekuatan Bung Hatta adalah kekuatan pada nalar. Bung Hatta tumbuh besar dalam suasana penjajahan, tapi nalarnya tidak pernah ikut terjajah,” terangnya.
Ia pun mengutip perkataan Hatta yang menjadi pelajaran penting tentang kebebasan berpikir, “aku rela dipenjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas”.
Dalam Dialog Kebangsaan “Vox Populi: Suara Rakyat”, Anies menyerukan agar semangat keadilan dan kedaulatan rakyat kembali digaungkan. “Dari sini dulu lahir gagasan-gagasan itu. Dan hari ini, suara yang sama kita harus gaungkan, bahwa Indonesia harus kembali kepada rakyatnya,” ungkap Anies.
“Secara ukuran geografis nampak kecil di peta, tapi selalu besar dalam gagasan,” tambahnya.
Anies menutup orasinya dengan menekankan bahwa kehadirannya di Padang bagian dari upaya serius untuk menyambungkan kembali dengan amanat pemikiran para tokoh Minangkabau yang tak ternilai bagi Republik.
Lebih lanjut, Anies menyebut deretan tokoh besar asal Minangkabau sebagai bukti nyata bahwa bangsa ini mampu maju tanpa kehilangan akal sehat dan nurani, seperti Muhammad Hatta, Agus Salim, Sutan Syahrir, Mohammad Natsir, Buya Hamka, dan Tan Malaka.
“Nama-nama besar ini menunjukkan bangsa ini bisa maju tanpa kehilangan akal sehat dan tanpa kehilangan nurani,” pungkas Anies.
“Maka ketika hari ini saya berbicara di Padang, ini bukan sekadar sambutan, tapi usaha menyambungkan kembali dengan amanat pemikiran orang-orang Minangkabau yang disumbangkan untuk Republik Indonesia,” lanjutnya menambahkan.


