Gerakan Rakyat – Tokoh inspiratif Gerakan Rakyat Anies Baswedan melontarkan pernyataan keras terkait prioritas belanja negara dalam acara Pelantikan DPW Gerakan Rakyat Sumatera Barat dan Dialog Kebangsaan Vox Populi Suara Rakyat bertajuk “Rakyat sebagai Kekuatan Inti Perubahan” di The Axana Hotel Padang pada Sabtu (1/11/2025).
Di tengah kondisi tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat, Anies menekankan bahwa negara tidak boleh salah fokus, dan mendesak pemerintah untuk terpusat kepada kesejahteraan rakyat.
Anies mengatakan bahwa prioritas pemerintah harus diarahkan pada program yang memberikan manfaat langsung, bukan pada pencitraan atau seremoni.
“Dalam kondisi tekanan hidup seperti ini, negara tidak boleh sibuk mengejar seremoni dan proyek-proyek yang berbiaya besar, tapi manfaatnya belum tentu dirasakan oleh rakyat,” ucap Anies.
Ia pun menyoroti bahaya dari proyek-proyek yang menimbulkan utang besar, hingga pada akhirnya harus ditanggung oleh seluruh masyarakat.
“Apalagi kalau menimbulkan utang yang harus ditanggung oleh seluruh rakyat, padahal manfaat proyeknya hanya dirasakan oleh sebagian kecil,” jelasnya.
Sebagai contoh nyata dari proyek, Anies secara spesifik menyebut pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung (KCIC) yang diketahui memiliki beban utang mencapai sekitar Rp116 triliun.
“Kita ingat pernah ada pembangunan kereta api cepat dari Jakarta ke Bandung. Yang menanggung adalah rakyat dari Sabang sampai Merauke, yang merasakan. Inilah contohnya,” ungkap Anies.
Menurutnya, proyek-proyek seperti itu menciptakan ketidakadilan, di mana beban finansial dipikul oleh semua warga negara, sementara keuntungan dan fasilitasnya hanya dinikmati oleh segelintir kelompok atau wilayah tertentu.
Dalam kesempatannya, Anies juga menyampaikan prinsip dasar yang harus dipegang teguh dalam setiap kebijakan fiskal dan pembangunan nasional. “Bagaimana ke depan, kita harus lebih memastikan program-program yang dibiayai oleh rakyat, dirasakan oleh rakyat,” pungkasnya.


